Tips Memasarkan Properti Agar Cepat Laku

Tips Memasarkan Properti Agar Cepat Laku Sebagai Entrepreneur Pemula.

Rumah adalah aset yang bisa dikatakan sangat berharga bagi seseorang.

Bahkan dapat dikatakan bahwa investasi memiliki lebih banyak manfaat karena setiap tahun harga rumah cenderung terus meningkat.

Selain itu, didukung oleh lokasi yang strategis seperti berada dekat dengan sekolah, rumah sakit, pasar, dll.

Akses jalan yang mudah dan juga dilalui oleh kendaraan umum akan lebih bernilai bagi rumah yang kamu pasarkan.

Tentu ada berbagai alasan mengapa seseorang akhirnya memutuskan untuk menjual rumahnya.

Bisa jadi karena didorong oleh kebutuhan ekonomi,

ingin meningkatkan ke tempat tinggal yang lebih cocok atau bahkan ingin pindah ke lingkungan rumah yang lebih nyaman.

Namun, menjual rumah bukanlah hal yang mudah seperti menjual makanan yang digoreng.

lalu apa tips menjual rumah agar cepat laku?

Tips Memasarkan Properti Agar Cepat Laku
Gambar Ilustrasi

PERTAMA – Bersihkan teras rumah.

Tips ini mungkin terdengar sangat biasa dan sederhana, tetapi penampilan teras yang kusam, kotor,

dan terabaikan tidak hanya mengurangi nilai jual, tetapi juga memungkinkan calon pembeli untuk melarikan diri.

Misalnya, kamu bisa mulai dengan menarik gulma, merapikan bebatuan taman,

memotong cabang atau ranting yang tidak beraturan. Jika kamu merasa perlu,

kamu dapat menambahkan hiasan kecil ke taman kamu agar terlihat lebih menarik, seperti batu loncatan, lampu taman atau pohon.

KEDUA – Lakukan perbaikan kecil.

Setelah kita selesai dengan teras,

tentu saja kamu harus melakukan perbaikan kecil pada bagian dalam rumah seperti: Memperbaiki keran yang macet,

memperbaiki pipa yang bocor, mengecat dinding yang mulai terlihat pudar,

mengganti wallpaper, membersihkan kerak yang tongkat di kamar mandi.

Logikanya tidak ada yang mau membeli rumah dalam banyak kondisi yang harus dia perbaiki.

Kebersihan bagian dalam rumah tentu merupakan hal yang tidak bisa dilupakan.

Baca Juga  5 Peluang Ini Cocok Untuk Mahasiswa Dalam Berbisnis

Cat rumah baru atau bahkan kombinasi warna yang menarik dapat menambah nilai jual.

Selain kebersihan dapur dan kamar mandi juga perlu diperhatikan.

Bersihkan maksimal kedua area ini karena biasanya ada kerak yang menempel dan sulit dibersihkan.

Rumah yang siap huni dan tanpa kerusakan tentu akan cepat laku dengan harga yang relatif lebih tinggi.

KETIGA – Lakukan Open House.

Dengan mengadakan open house, itu berarti kamu memberikan

kesempatan bagi calon pembeli untuk mengetahui rumah kamu secara detail.

Sehingga kelebihan dan kekurangan rumah kamu akan terlihat langsung.

Untuk mengadakan open house ini, kamu harus memilih waktu yang tepat.

Akhir pekan adalah pilihan yang tepat karena calon pembeli kamu kemungkinan besar memiliki waktu luang.

Berikan ruang bagi pembeli potensial untuk melihat-lihat atau bahkan berkeliling di dalam dan di luar rumah kamu.

jadi dia tidak merasa diikuti dan memiliki penilaian yang cukup sebelum memutuskan untuk membeli rumah kamu.

Batasi juga saat mengunjungi calon pembeli di rumah kamu sehingga

kamu dapat bernegosiasi dengan calon pembeli lainnya pada hari yang sama.

KEEMPAT – Memasang harga yang wajar.

Setelah kamu melakukan dua langkah sebelumnya,

sekarang saatnya bagi kamu untuk menginstal harga jual untuk rumah kamu.

Bagaimana cara menentukannya?

Cara pertama adalah mensurvei lingkungan sekitar.

kamu harus mensurvei harga tanah dan rumah di lingkungan tersebut.

Dari sana, tentu saja kamu akan mendapatkan patokan harga rata-rata.

Cara kedua untuk menetapkan harga yang wajar didasarkan pada Nilai Jual Obyek Pajak atau NJOP.

Contoh perhitungan seperti ini: Pertama menentukan harga tanah menggunakan rumus: NJOP lahan x luas lahan.

Misalnya, NJOP dihargai Rp600 ribu per m² x 550 m² = Rp330 juta. Selanjutnya,

harga bangunan dapat ditentukan dengan rumus: gedung NJOP x luas tanah.

Baca Juga  Cara Menjadi Entrepreneur Pemula Menanamkan Pola Pikir

Misalnya, NJOP adalah Rp 400 ribu per m² x 500 m² = Rp 200 juta.

Dengan demikian, harga rumah kamu berdasarkan NJOP adalah Rp 330 juta + Rp 200 juta = Rp 530 juta.

Harga pasar itu sendiri biasanya dapat naik satu hingga dua kali lipat harga NJOP.

Dengan kata lain, kamu dapat memperkirakan harga rumah berdasarkan pertimbangan hasil perhitungan NJOP, harga pasar, dan lainnya.

KELIMA – Gunakan situs jual beli.

Seringkali kita melihat ketika ada tempat tinggal yang akan dijual,

hanya memasang spanduk bertuliskan “SALE TANPA PRIVATE, CONTACT: XXX” misalnya.

Metode ini tidak salah, tetapi di zaman sekarang ini terasa kurang efektif.

Dengan media sosial yang semakin luas dan situs jual beli, kamu dapat menawarkan rumah kamu di situs jual beli.

Situs jual beli seperti OLX, Rumah.com, Rumah123.com, Lamudi,

dapat menjangkau banyak pembeli potensial di rumah kamu sehingga rumah kamu akan terjual lebih cepat.

KEENAM – Gunakan media sosial.

Sebagaimana dibahas sebelumnya, hari ini, media sosial adalah salah satu elemen kehidupan.

Dengan memanfaatkan media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram,

itu akan sangat memudahkan kamu dalam mempromosikan rumah yang ingin kamu jual.

Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum mengiklankan rumah kamu di media sosial

seperti menulis judul dan informasi pendukung seperti alamat dan nomor yang dapat dihubungi secara lengkap dan jelas.

Selanjutnya, sertakan foto-foto yang menarik dan mewakili sebagian besar rumah kamu seperti bagian depan,

interior, dapur, kamar tidur, dan kamar mandi. Oh iya, sedikit tips tambahan saat ini,

seringkali orang yang ingin membeli rumah ingin mengetahui lingkungan di sekitar rumah yang akan dibeli.

Dengan menambahkan berapa kilometer ke pusat kota, jarak ke masjid atau tempat ibadah lainnya,

Baca Juga  10 Peluang Bisnis di Kampung Yang Bisa kamu Terapkan

maka jarak ke pasar, warung atau minimarket, jarak ke sekolah,

jarak ke tempat wisata seperti pantai, dll, yang bisa tambahkan nilai tambah untuk kamu.

Karena suka atau tidak, orang yang membeli rumah dari kamu harus menerima lingkungan di sekitar rumah baru mereka.

Kemudian daftar lokasi di Google Maps juga akan memudahkan calon pembeli untuk melihat rumah kamu secara langsung.

Juga waktu untuk belajar tentang fitur periklanan di Facebook dan Instagram sehingga promosi yang kamu buat lebih efektif.

langkah terakhir adalah menggunakan layanan agen properti.

Saat kamu menampilkan nomor kontak kamu di iklan rumah,

tentu saja kamu mengharapkan setiap panggilan masuk datang dari calon pembeli kamu.

Namun ada pengalaman unik yang sering terjadi pada seseorang yang

ingin menjual rumahnya justru mendapat telepon dari agen properti yang ingin membantu menjual rumah kamu.

Tidak masalah ketika kamu juga memutuskan untuk menggunakan layanan agen properti

dengan tujuan agar rumah kamu akan terjual dengan cepat.

Agen properti profesional tentu memiliki jaringan luas yang membuatnya lebih mudah untuk mendapatkan calon pembeli dari rumah kamu.

kamu juga tidak perlu repot untuk menjawab setiap telepon atau sms (wa)

menanyakan segala sesuatu tentang rumah kamu karena mereka akan menanganinya.

Selain itu, biasanya mereka juga membantu kamu menentukan harga jual rumah kamu sehingga kamu tidak perlu repot menghitung dan sebagainya.

Ketika kamu memutuskan untuk menggunakan layanan agen properti tentu saja ada biaya yang harus kamu keluarkan,

umumnya komisi untuk agen properti adalah 2,5% dari total harga jual rumah kamu.

Makasih Yang telah Membaca Tips Memasarkan Properti Agar Cepat Laku Sebagai Entrepreneur Pemula.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk kamu 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>